Hari Sabtu kemarin kiriman pilem-pilem DVD pesenanku yg kunanti-nantikan selama seminggu akhirnya datang. Toko-nya mengirim semua pesenanku lewat si kuning DHL. Paket tersebut berisi 5 buah pilem, yaitu : The Good Shepherd, Saviour, Stauffenberg, A Bridge Too Far dan A Clockwork Orange. Setelah menonton “The Good Shepherd”, –yg merupakan pilem terakhir aku tonton dari paket tsb– aku kok jadi pengen cari tahu segala sesuatu tentang sebuah fenomena bernama megalomania, dan definisi megalomani menurut wiki adalah :

Megalomania (from the Greek word μεγαλομανία) is a psychopathological condition characterized by delusional fantasies of wealth, power, or omnipotence – often generally termed as delusions of grandeur. The word is a collaboration of the word “mania” meaning madness and the Greek “megalo” meaning an obsession with grandiosity and extravagance, a common symptom of megalomania. It is sometimes symptomatic of manic or paranoid disorders. –wiki–

Salah satu keburukan dari seorang yg terkurung karakter megalomania, adalah bahwa ia akan menganggap segala hal yg berada di luar kendalinya sebagai ancaman yg harus dimusnahkan. Hal ini bisa terjadi karena egonya sangat rapuh, tak punya kepercayaan diri, dan tak bisa menyembunyikan ketakutan yg amat mengada-ada.

Adolf hitler adalah salah satunya, dan sayangnya dia bukanlah contoh terakhir. Kebijakan luar negeri yg dilancarkan Presiden AS G. W. Bush sedikit banyak juga memancarkan visi yg megalomania dengan pola yg begitu mirip. Dalam kaitan ini, jika Hitler memulainya lewat Perjanjian Versailles yg dilanjutkan dengan serangan terhadap Reichstag, Bush memulai upayanya untuk menguasai dunia lewat event 9/11.

Event 9/11 yg terjadi di jantung AS tersebut disebut-sebut sebagai sebuah konspirasi tingkat tinggi, dimana Bush dan sejumlah koleganya yg tergabung dalam sebuah kelompok beraliran neo-conservatives secara tersamar selanjutnya memanfaatkannya untuk menguasai dunia lewat faham demokrasi liberal yg sangat berbau American-style. Untuk menahan “serangan dari luar” Bush membentengi negerinya dengan seperangkat gadget bernama The Homeland Security Act dan Departemen keamanan Dalam Negeri yg baru saja dibentuk.

Meski tersamar, serangan politik luar negeri yg dilancarkan menurut pola megalomania ini sesungguhnya sudah terendus dan menuai banyak sindiran di berbagai negara. Begitu pun toh ada seorang kepala negara yg mati-matian mendukungnya, yakni PM inggris Tony Blair. Ia bahkan tak sungkan “memaksakan” paham American-Style kepada Rusia dan Cina yg memang kerap kali membandel terhadap AS.

Dalam pidatonya mengenai Tatanan Dunia Baru yg disampaikan pada 29 April 2003, misalnya, Blair pernah secara terang-terangan memperingatkan Presiden Putin untuk menghentikan segala upaya menyaingi kekuatan barat. Dunia sudah tak punya pilihan untuk berpihak kepada AS, tandasnya. Hari itu juga Putin melontarkan pernyataan yg lumayan keras, “We are not with you and we don’t belive you !”

Tampak sudah bahwa dunia memang tengah menapaki sebuah tatanan baru. Jika jalan kemegahan yg ditawarkan Hitler begitu lugas sekaligus naif, yg kini ada di depan hidung kita amatlah tersamar dan penuh jebakan. ASTAGA !

:::::::::::::::::::: sumber : wiki, majalah angkasa, ats-dot-com

::::::::::::::::::::

terus hubungannya ama pilem-pilem itu apa ya ??? … hmmm, pasti ini efect kebanyakan nonton pilem “aneh”😦