Entah berapa lama aku lari dan sembunyi…..
Menyangkal dengan keras, bahwa aku tak pernah merasa sepi.
Aku berjalan terlampau lama dengan matahari terik di atas ubun-ubun. Aku lelah, tapi sungai itu tak juga aku temukan. Di perjalanan ini semua dilarung dalam sepi, mungkin itu yang membuat tenagaku cepat terkuras, habis. Tak lagi bersisa selain rasa sepiku…..

Berapa kilometer telah aku lewati tak ada yang tahu.
Hanya sepi demi sepi yang terus berganti, terlewat dari satu sisi ke sisi yang lain. masih juga sepi yang aku temui.

Senja datang, sepi masih juga ada. menjadi dinding pemisah yang tebal dan tinggi antara kau dan aku. hingga akhirnya langit berganti gelap, malam mengelam sedang bulan tak kunjung datang.

Aku hanyalah sesuatu yang datang dari dunia yang tak patut disentuh.
Aku adalah wujud yang tak benar-benar mewujud. Aku menjadi penghalang bagimu, tenggelam dalam sepi yang sebenar-benarnya sepi.

Bukan, bukan sepi yang ini. Sepi ini terlalu riuh. …
Aku hanya ingin sepi yang paling sepi. yang mampu membuatku merasa dunia telah usai. dan semua orang akan tersadar, seperti bangun dari mimpi buruk yang panjang.

Itulah sepi yang aku harapkan meskipun kau dan aku kini sudah jauh
Jauh yang sangat jauh hingga jejakmupun tak pernah aku lihat kecuali bayang-bayangmu di benakku terus datang dan tak pernah bisa aku usir.

Harapan yang begitu indah kini sudah tak ada lagi….
berganti dengan harapan yang sepi , sepi yang amat sepi hingga aku merasa hidup sendiri ditengah lautan yang maha luas , mungkin itu akan lebih baik bagiku.

Aku ingin hidup seperti awan yang bebas terbang kemanapun ia pergi dan aku ingin hidup seperti angin yang bisa memberikan manfaat bagi semua orang. Tapi hidupku seperti burung elang, yang tak pernah menemukan siapa dan dimana sahabat sejati yang mampu membuatnya tersenyum bahagia.

Pernah … pernah ada seseorang yang mampu membuatku sedikit tersenyum dan aku berharap dia mampu membuat hidupku menjadi berubah.
Ya …. dia mampu, tapi sayang kini dia telah tiada, dia telah pergi. Pergi ketempat yang sangat jauh dan akupun tak pernah berharap dia untuk kembali.

Seperti mawar yang sudah terinjak, layu lalu mati terkapar diatas tanah. Mungkin itu yang engkau harapkan tapi … kenyataan berkata lain, tumbuh kelopak bunga baru yg siap mekar di masa depan biarpun wanginya ta se- semerbak dulu tapi paling tidak dia tidak mati lantas hilang dan tak pernah tumbuh kembali.

Hidup ini indah tapi tak seindah bulan purnama,
hidup ini perih tapi tak seperih sengatan matahari di siang hari.
Hidup ini seperti bintang, kadang terang lalu redup atau bahkan tak bersinar sama sekali.
Di depan yang maha kuasa aku dan kamu sama,
lantas apa kelebihan kamu yang selama ini kubanggakan dan pernah kukagumi ?

Hanya kebaikan hati, itu yang kukagumi.
kebaikan hati itu seperti kapas yang mampu membersihkan kaca dari debu. Tapi lantas kapas itu dibuang ……
begitu saja .apakah itu yang selama ini terjadi ?

Aku sudah berusaha membalas semua kebaikan hatimu padaku dengan segala yang aku punya…..
Tapi apakah itu cukup ? …

Mungkin itu tidaklah cukup bagimu karena kini kau tak sebaik dulu lagi, tapi….
aku tak pernah munafik, izinkan aku memohon maaf kepadamu, karena aku tak bisa membalas semua kebaikanmu atau izinkan aku bersujud dihadapanmu demi seucap kata maaf darimu.

Izinkan aku menangis untukmu tapi jangan sekali-kali kamu menangis untukku, tertawalah bila melihat aku menangis mungkin itu akan membuatmu bahagia biarpun aku seperti seorang musafir didepan sang penguasa.

Tapi demi Tuhan,
semua itu aku lakukan hanya karena balas budi kepadamu dan bukan memuja atau berharap sesuatu darimu, bukan … bukan itu .

Dan bila kamu merasa itu tidaklah cukup untuk membalas kebaikanmu izinkanlah aku kembali meminta maaf lewat tulisan ini dan hati yang ikhlas …..

semoga semua itu tak sia-sia dihadapanmu.
Dan bila suatu saat kau bertemu kembali denganku izinkan aku menyapamu meskipun itu tak layak bagimu.

Biarlah hidup ini berjalan seperti air yg mengalir,
biarlah semuanya berlalu dengan tenang biarpun ada rasa sakit di dada ini. Sakit yang amat sangat, sakit yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Tapi biarlah mugkin ini yang terbaik bagiku meskipun ada rasa sesal di dalam hati.

Sesal yang sudah terlambat, semuanya sudah terjadi. Aku menyesal kenapa harus aku disini……..
kenapa harus aku hadir di dunia ? ..

Itu kehendak Tuhan dan akupun tak bisa mengingkariya.
Ingatlah semuanya sudah terjadi tak perlu disesali.

Cinta itu tak akan pernah berakhir hanya kematian yang mungkin bisa mengakhirinya…..

:::::::::: diemail oleh dyan_sweety9621 ::::::::::