Ketika membaca sebuah artikel tentang kemiskinan dan ciri-ciri orang miskin, aku jadi teringat suatu obrolan dengan seseorang ketika aku mengantri di penjual nasi lalapan.

Waktu itu disebelahku juga ada seorang wanita yg bekerja sebagai seorang kasir di sebuah dealer sepeda motor Y*****. Kita ngobrol ngalor-ngidul, sampe akhirnya iseng-iseng aku tanya jumlah penjualan sepeda motor merk tsb tiap bulannya. Dia menjawab, dealernya itu ditarget untuk menjual sepeda motor sebanyak 75 buah dalam bulan itu, tapi sayangnya dealer tersebut tidak mampu memenuhi quota yg ada, dan dia menambahkan bahwa dalam setiap bulan dealernya hanya mampu menjual sepeda motor antara 55-65 buah saja.

Hmmm … dari percakapan itu, aku lalu berkhayal, kalo di kota ini saja ada 10 dealer Y*****, berarti setiap bulannya, Y***** bisa menjual sekitar lebih dari 500 buah sepeda motor. Kemudian kalo jumlah itu ditambah dengan hasil dari merk lain, seperti H****, S*****, K*******, dan merk-merk yg berasal dari cina … berarti dalam sebulan hampir 2000 buah sepeda motor laku terjual. Kalau harga rata-rata sepeda motor itu 10jt, berarti dalam satu bulan, uang yg digunakan untuk transaksi mencapai 10.000.000.000 rupiah … dan itu hanya di kota ini saja … dan belum termasuk penjualan mobil, yg kalo menurut metrotv, jumlah penjualan mobil baru ATPM di Jakarta saja mencapai 150 buah per hari … yup … PER-HARI… dan menurut GAIKINDO, tren pembelian mobil CBU –yang rata-rata berharga diatas 1,5m– juga mengalami kemajuan yg menyenangkan … belum lagi jumlah private yacht yg parkir di marina-marina terus bertambah …

Nah, kalo rakyat Indonesia udah ga miskin lagi, berarti jumlah perhitungan ruwet diatas minimal bisa bertambah sebanyak 2x lipat …

waduh … ternyata pusing juga ngitung gituan …😀 … *terus ngapain juga aku nekat ngitung … hehehehe*