Saya memang tidak pernah keIrlandia dan menunggu di depan rumah mereka, tapi U2 adalah satu diantara segelintir band yg karyanya saya hafal semua. Saya hafal luar dalamnya lagu pertama pada The Unforgettable Fire, “A Sort of Homecoming” – lagu itu mengharukan, brilian dan sangat indah.

Album U2 pertama yg saya dengar adalah Achtung Baby di tahun 1991, usia saya 11 tahun. Sebelumnya, saya malah tidak tahu itu album apa. Sejak itu, saya melacak ke belakang – setiap enam bulan, saya membeli album U2 yg baru. Sound yg mereka pelopori – fondasi bass dan drum, serta gitar berisi efek yg melayang diatasnya – terdengar berbeda dengan apa yg pernah ada sebelumnya. Mereka mungkin adalah salah satu band authentic rock yg terbaik.

Yg paling saya cintai dari U2 adalah bahwa band-nya lebih penting dari lagu atau album mereka. Saya senang mereka bersahabat dan saling memiliki peran yg integral dalam kehidupannya masing-masing. Dan mereka satu-satunya band yg telah bertahan 30 tahun tanpa pergantian personil dan perpecahan besar.

Masyarakat dunia sudah kacau, ketenaran hanyalah buang-buang waktu dan budaya selebriti begitu memuakkan. Hanya sedikit orang yg berani menentangnya dan menggunakan ketenaran untuk hal-hal baik. Bono bisa membuat perubahan nyata. Sementara orang-orang lain sibuk memaki George Bush, Bono meraba punggung Bush dan mendapatkan satu milyar dollar untuk Afrika. Dia sudah mencapai begitu banyak bersama greenpeace, di Sarajevo, dalam konser untuk menutup pabrik nuklir Sellafield, dan dia terus berjuang.

Itulah yg bisa dipelajari dari U2 : Anda harus berani untuk menjadi diri sendiri.

::::: impressum ::::: image dari sergei … tulisan dimutilasi dari majalah rolling stones :::::