Jangan Bersedih, Tanyakan pada diri anda tentang hari ini, kemarin dan hari esok …

Tutuplah pintu besi masa lalu dan masa depan, dan hiduplah dalam detik-detik hari ini.

  1. Akankah saya akan menunda kehidupan hari ini karena takut akan hari esok atau karena harapan kebun yg indah di esok hari ?
  2. Akankah saya harus menjadikan hari ini sedemikian getir dengan membayangkan hal-hal yg telah terjadi di masa lalu, yg telah lapuk bersama dengan berlalunya waktu dan zaman ?
  3. Akankah saat bangun di pagi hari, saya telah bertekad untuk menggunakan sebaik-baiknya hari ini dan mengambil faedah yg sebesar-besarnya dari waktu yg hanya berjumlah dua puluh empat jam ke depan ?
  4. Akankah saya mampu mengambil faedah dari rangkaian detik demi detik dalam kehidupan hari ini ?
  5. Kapan saya akan melakukan itu semua ? minggu depan ? besok ? atau hari ini ?

Jangan Bersedih jika sering ditimpa musibah ! …

  1. Tanyakan pada diri anda : Apa kemungkinan terburuk yg akan terjadi ?
  2. Persiapkan diri anda untuk menerima dan menghadapinya.
  3. Kemudian, hadapi dengan tenang untuk menjadikan kemungkinan terburuk  itu menjadi lebih baik.

| (yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung” | QS. Ali ‘Imran – 179

:::::::::: La Tahzan, hal 133-134 ::::::::::