setelah membaca tulisannya mas Ivan yang berjudul Media Massa Tak Tersentuh Kritik ?, jadi pengen bahas pers… hehehe ….tapi ini rada ga nyambung dg apa yg ditulis mas Ivan….😀

Kalangan Jurnalistik khususnya suka menggambarkan pers sebagai “kekuatan besar” negara. Sebenarnya, fungsi pers memang besar sekali. Kita tidak bisa menilai pers terlalu tinggi;bahwa pers benar-benar melanjutkan pendidikan menuju kedewasaan. Pembacanya, pada umumnya, dapat dibagi menjadi tiga kelompok :

  1. Kelompok pertama, mereka yang percaya dengan apa saja yang mereka baca.
  2. Kelompok kedua, mereka yang telah tidak percaya apapun,
  3. Kelompok ketiga, mereka yang dengan kritis menguji apa yang meraka baca, dan kemudian menilainya.

Secara angka, kelompok pertama adalah yang paling besar. Kelompok tsb terdiri atas sebagian besar rakyat dan karenanya mewakili bangsa yg berpikiran sederhana. Kelompok ini tidak dapat dimasukkan ke dalam terma-terma profesi, melainkan dalam tingkatan intelegensia umum. Kelompok ini meliputi semua orang yang tidak pernah dilahirkan atau terlatih untuk berpikir terbuka, dan yg sebagian karena ketidakmampuan dan inkopetensi percaya begitu saja pada semua yg telah ditetapkandi depan mereka dalam hitam dan putih. Di dalam kelompok ini juga terdapat orang-orang yg malas yg dengan senang hati menyerap segala sesuatu yg telah dipikirkan orang lain, dengan asumsi sederhana bahwa orang lain telah berusaha keras dalam hal ini.
Kelompok kedua jauh lebih kecil jumlahnya. Terdiri atas elemen-elemen yg sebelumnya menjadi milik kelompok pertama, tetapi setelah didera kekecewaan yg panjang dan menyakitkan berpindah ke kelompok kedua dan tidak percaya pada tulisan apapun yg muncul di depan mata mereka. Mereka benci semua jenis media masa; mereka juga tidak membacanya sama sekali atau pun tanpa perkecualian marah-marah pada isinya, karena menurut pendapat mereka media masa tsb berisi kebohongan dan kepalsuan.
Kelompok ketiga, akhirnya, adalah yg paling kecil; terdiri atas orang-orang dengan kehalusan mental yg sesungguhnya, yg mempunyai bakat dan pendidikan untuk berpikir terbuka, yg mencoba membentuk penilaian mereka ttg semua hal, dan yg mengarahkan segala yg mereka baca untuk pengujian menyeluruh dan perkembangan lanjutan untuk mereka sendiri. Mereka tidak akan melihat media masa tanpa menadaptasikan dalam pikiran. Para jurnalis atau penulis tidak mudah untuk memuaskannnya, tapi mencintai kelompok ini dengan tekad terbesar.

Harus diaku, tidak semua tulisan jurnalis begitu berbahaya atau bahkan tidak penting, sebagian besar pembaca jenis ketiga telah belajar sepanjang hidupnya untuk memandang semua jurnalis sebagai bangsat pada prinsipnya, yg menceritakan kebenaran hanya dalam keremangan. Sayangnya fungsi pokok orang-orang ini terletak hanya dalam intelegensia mereka dan bukannya pada jumlah — sebuah kemalangan pada suatu zaman ketika kebajikan bukan apa-apa dan mayoritas adalah segalanya !– Saat ini ketika suara massa paling menentuka, beban utama terletak pada kelompok yg paling besar, dan ini adalah kelompok yang pertama: kelompok sederhana dan patuh.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sumber pencerahan : Mein Kampf

ini semua bukan hasil dari copy-paste, tapi dari nerjemahin terus digabungin ama pendapatku sendiri, jadi maaf kalo agak aneh susunan kata-katanya … hehehe…😀