Aku pernah ditanya temenku seperti ini : “bitte erklären Sie uns über unvoreingenommen sein oder gründlich durchdenken … in islam ?” … “bisakah kita berpikir terbuka atau memikirkan sesuatu…dalam islam”

Aku sempet bingung banget waktu itu, tapi untungnya siang harinya aku sempet iseng-iseng browsing, and nemu bahasan persis seperti masalah yg dia bahas(dia nanya-nya malem pas dinner), dan masih ada kuingat buat nyoba ngejawab dia. Waktu itu aku bilang :

“Di Islam, manusia diharuskan untuk menggunakan pikirannya tentang semua hal dalam hidup ini, dengan beberapa limitations tentunya. Manusia itu makhluk yg diciptakan dan manusia ngga bisa tahu semuanya. Pikiran manusia ngga mungkin mampu untuk mencari informasi tentang yg gaib-gaib, maka dari itu manusia ngga diberikan kemampuan untuk berpikir sejauh itu, hanya “diberitakan” melalui Al Qur’an.

Banyak hal yg harus “dikerjakan” oleh pikiran manusia, diantaranya :

  1. Untuk berpikir tentang Dua hal paling penting:
    A. Keberadaan dan Ke-esa-an Allah.
    B. Kebenaran wahyu dan para Nabi-Nya.
  2. Banyak perbedaan pendapat mengenai etika dan aturan dalam islam, makanya pikiran manusia diperlukan untuk meluruskan perbedaan itu.
  3. Islam ngga pernah nyuruh manusia untuk berhenti menggunakan pikirannya, malah menyuruh menggunakannya dalam menyikapi semua hal di dunia ini.
  4. Islam menyuruh manusia untuk menemukan rahasia alam ini dan menggunakannya untuk kebaikan manusia juga.

Jadi Islam ngga melarang manusia untuk berpikir –tentang islam–, tapi justru memberikan tuntunan, dan bahkan mendorong manusia untuk memaksimalkan pikirannya.”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Kira-kira mengena ngga yah …. atau malah nanti aku dikira menyimpang dan menyesatkan ??????

Tapi yang penting, Ayo kita gunakan pikiran kita untuk berpikir –kalo perlu dipaksa…hehehe–….tapi ingat jangan memikirkan hal-hal yg ga mungkin tercapai sama pikiran kita … ntar gila baru tahu rasa … hehehehe🙂