Makin besar pemahaman yang aku lakukan terhadap sifat eksternal sebuah ideologi, makin besar kerinduanku untuk memahami inti utama doktrin ini.
Literatur resmi tidak banyak berguna dalam hal ini. Sepanjang ia berhubungan dengan masalah ekonomi, penjelasan dan bukti-buktinya palsu. Sepanjang dia mengejar tujuan-tujuan politik, ia berbohong. Lebih-lebih aku sendiri didorong oleh fraseologi kecil baru yang berkabut dan gaya bagaimana ia ditulis. Dengan penggunaan kata-kata yang boros sekali, dalam konteks yang tidak jelas atau makna yang tidak menyeluruh, mereka menganggap suatu campuran frase tanpa akhir yang isi pokoknya sama-sama lucu, meski sesungguhnya mereka tidak bermakna. Hanya kaum bohemian metropolitan yang merosot bisa merasakannya di rumah dalam kekaguman penalaran dan memisahkan sebuah “pengalaman dalam” dari timbunan kotoran dadaisme harfiah, yang didukung oleh kesederhanaan pepatah, dari sebagian orang-orang kita yang selalu mendeteksi kebijakan besar dalam apa yang paling tidak bisa dipahami bagi mereka secara pribadi. Meskipun demikian, dengan menyeimbangkan kebohongan teoritis dan mong kosong doktrin ini dengan realitas fenomena, aku secara bertahap memperoleh gambaran jelas mengenai kehendak intrinsik ini. Pada masa-masa ini aku dihadapkan pada ketakutan besar dan prasangka suram. Kemudian aku melihat di depanku sebuah doktrin, terbagi atas egoisme dan kebencian yang dapat membawa kemenangan menurut hukum-hukum matematis. Tetapi saat melakukannya harus mengakhiri rasa kemanusiaan.
Sementara itu, aku telah belajar untuk memahami hubungan antara doktrin dari kerusakan ini dan sifat orang-orang, sampai pada saati itu, belum aku kenal.
Hanya pengetahuan ttg komunitas ideologi yang memberi kunci untuk memahami tujuan-tujuan utama dan tentunya nyata dari Ideologi itu sendiri.
Konsepsi yang salah tentang tujuan dan makna ideologi ini jatuh dari mataku seperti jubah ketika aku menjadi mengenal orang-orang ini, dan dari kabut dan halimun frase-frase sosial memunculkan air muka yang menyangsikan ideologi tersebut.
mit freundlichen grüssen aus himmel
:::::::::
ps, postingan ini menggunakan perumpamaan. & juga dipasang di pokoke.com
::::::::::













21 comments
Comments feed for this article
April 23, 2008 pada 2:51 pm
cK
bahasanya ribet je…
April 24, 2008 pada 2:19 am
Jauhari
Semangat
April 24, 2008 pada 2:20 am
Jendral Bayut
puyeng @_@
April 24, 2008 pada 2:23 am
venus
iyah, pusing…hihihi….
welcome back, jurig! been a while
April 24, 2008 pada 2:28 am
eMina
ideologi apa sih teh?
doktrin apa nih?
April 24, 2008 pada 2:53 am
Amel
Welkam bek Neng Geulis bin Bageur
abdi teh nteu ngartos Neng, doktrin naon ie?
April 24, 2008 pada 3:09 am
itikkecil
binun…
April 24, 2008 pada 3:35 am
indra kh
rieeeurr yeuhh ama
bodo keneh gening abdi teh can tiasa ngartos babasaan tingkat tinggi samodel kieu
April 24, 2008 pada 10:25 am
chielicious
hi3 si teteh pantesnya jadi pujangga *halah*
April 25, 2008 pada 4:26 am
Nayantaka
masih idup to teh?
April 25, 2008 pada 8:48 am
ManusiaSuper
Kumat atau mau kawin lagi inih??
April 25, 2008 pada 5:16 pm
arif
Begitu kembali dari topobroto langsung kasih bahan yang berat.
Sapa dulu kami dengan ramah kenapa?
*glad to read your heavy materials again*
Mei 1, 2008 pada 5:50 pm
Mrs. Fortynine
ndak ngerti Teh… ><
yang ada aku malah pusying ini…
Mei 1, 2008 pada 10:32 pm
kangguru
ini mas pasti sepam sepam sepam
Mei 2, 2008 pada 2:33 am
Joerig™
@semua …
hidup bingung
@venus & arif…
glad to be here again
@kangguru …
sepam ??? … mana mana ???
Mei 2, 2008 pada 11:35 pm
Tgk. Alex
Teh… udah lama ndak singgah. Sehat kah?
Mei 14, 2008 pada 8:02 pm
antobilang
mana apdetnya lagii
Mei 16, 2008 pada 7:03 am
Andra
mas, dirangkum dong. nggak ngerti nih.
Mei 16, 2008 pada 6:44 pm
Chiw
teh… kangen dengan supammu yang annoying itu…
Mei 23, 2008 pada 3:20 am
Sometogami
hahahahahahaha…….., pusiiing……
lam kenal bang JUrig
Juni 13, 2008 pada 4:10 am
aLe
semangat™ semangat™