
The Rolling Stones adalah legenda, pada saat mereka pertama kali tampil –tahun 1964– The Beatles tampil sempurna, rambut, harmonisasi serta jasnya, dan mereka membungkuk memberi hormat bersama-sama. Musik The Beatles luar biasa canggihnya, segalanya sangat menarik dan asing di jaman itu, tapi juga menciptakan jarak akibat kesempurnaan itu. Dan pada saat itulah The Rolling Stones membawa pesan, “Mungkinanda juga bisa melakukan itu”. Rambutnya berantakan, harmonisasinya kurang merdu. Dan mungkin tidak ada yang ingat kapan mereka pernah tersenyum. Mereka meniru sikap R&B tradisional, “Kami tidak bergelut dalam dunia hiburan. Kami bukan musik pop”.
Suara Mick Jagger memancarkan daya tarik sensual yang dewasa. Ini bukan sensual dalam pop, –berpegangan tangan kemudian berciuman– ini benar-benar nyata. Jagger memiliki kemampuan berbincang sebagaimana para penyanyi R&B dan blues, setengah bernyani, tidak selalu mencapai nada. Diterimanya suara Mick Jagger di radio pop adalah terbosan baru dalam rock&roll. Dia membuka pintu untuk orang lain. Tiba-tiba saja kemudian seorang Eric Burdon dan Van Morrison tidak terdengar aneh lagi, begitu pula dengan Bob Dylan.
Ini benar-benar unik, seorang penghibur kulit putih yang mengikuti cara kulit hitam. Elvis Presley melakukannya, dan orang berikutnya adalah Mick Jagger. Tak ada pemuda kulit putih lain yang melakukannya. Mereka pernah berdiri dan bernyanyi seperti The Beatles. Mereka membiarkan roh mengendalikan tubuhnya, melepaskan semua batas-batas yang ada, tidak terkendali. Inilah yang dirasakan Mick Jagger. Dia meniru beberapa langkah dari James Brown dan Tina Turner. Gerakan-gerakan aneh yang dilakukan Mick Jagger berasal dari keduanya. Lalu Iggy Pop dan Jim Morrison mengembangkannya.
Pada awalnya The Rolling Stones adalah band milik Brian Jones. Dia pula yang memberikan nama tersebut pada bandnya. Dia bertindak sebagai Manajer yang mengurus tawaran konser dan segala sesuatu yang menyangkut media. Aroma dan keagrasifan The Rolling Stones berasal dari seorang Brian Jones. Begitu juga dengan tradisi. Dia memainkan gitarnya dengan leher botol, lalu pada album-album seperti December’s Children dan Aftermath, dia memainkan berbagai instrumen lain sebagai “pemanis”. Dia begitu kreatif dan penting bagi The Rolling Stones.
Tapi Keith Richards juga telah disepelakan dan dipandang hanya sebagai rhythm-guitarist, padahal solo-solonya lewat “Heart of Stone”, “It’s All Over Now” dan riff-riff hebatnya di “Satisfaction” dan tentunya “The Last Time” yang dianggap oleh The Rolling Stones sendiri sebagai lagu serius pertama yang pernah mereka buat. “Hongky Tonk Woman” hanya terdiri dari satu kunci, lalu dia mengubah seteman versi lima senar, ada pola kunci yang terkait denagn setemannya itu –sebut saja efek “Gimme Shelter”– dimana mereka menambahkan nada suspensi, sehingga menjadi lebih melodis dan ritmis secara bersamaan.
Dibanding denganrhythm section lainnya dalam dunia rock&roll hingga saat ini Bill Wyman dan Charlie Watts paling tahu bagaimana cara bergoyang. Lain halnya dengan sekarang, rock&roll pada jaman itu ditujukan untuk bergoyang. Bisa terbayang betapa serunya berada di Richmond Hotel di London dan Station Hotel sekitar tahun 62 dan 63, penonton menggila, The Rolling Stones juga gila.
Ada banyak generasi masa kini yang hanya mengenal The Rolling Stones sebagai ikon. Tak ada ikatan batin dengan musiknya. Kepada mereka, mungkin harus direkomendasikan empat album pertama yang versi amerika, “England’s Newset Hitmakers”, “12×5″, “Now” dan “Out of Our Hands”. Pelajaran berikutnya adalah era besar kedua, “Beggars Banquet”, “Let It Bleed”, “Sticky Fingers” dan “Exile on Main Street”. Itu merupakan rangkaian album terhebat dalam sejarah, dan semuanya dihasilkan hanya dalam tiga setengah tahun.
Dalam banyak hal, The Rolling Stones bermain lebih baik dibanding sewaktu di tahun 60-an. Mereka cukup berantakan di masa-masa awal–tapi semua orang menikmatinya–. Secara teknis, mereka belum pernah sebagus ini. Masalahnya, power mereka berasal dari 12 album pertama. Hanya sedikit lagu bagus setelah tahun 1972. Sehebat apa mereka seandainya mereka masih membuat album yang semegah konser mereka sekarang ?
Tapi dalam konser, mereka masih dapat menyampaikan kekuatan masa lalu. Masih banyak yang dapat dipelajari dari The Rolling Stones: Tulislah lagu bagus, dan jagalah kesehatan serta gairah untuk bermain setiap malam, dan mungkin kesempatan untuk bisa sehebat Mick Jagger dan hidup lebih lama bisa terwujud. Semua orang takjub karena Keith masih hidup. Dia tampak kebal terhadap segalanya, tapi sebaiknya jangan mencoba ikut-ikutan. Jujur saja: Pemakaian narkoba akan merusak segalanya, termasuk penulisan lagu. Untungnya dia masih bisa bermain dan menjalani tur 40 tahun kemudian. Tak banyak band yang bisa awet sampe 4 tahun, apalagi sampe 40 tahun.
Rasanya tidak ada yang ingin mereka pensiun, karena jika mereka tetap bermain, itu merupakan promosi terbaik untuk lagu-lagunya. Mungkin setting panggungya sekarang sudah jauh lebih ramai, tapi mereka tetap menjadi pusat perhatian. Mereka tetap tampil semaksimal mungkin, dan membuktikan bahwa :
Jika kita tetap berpegang teguh pada prinsip dan tidak berkompromi dengan apa yang sedang terjadi, kita bisa bertahan sangat lama.
…:::…
:::::: sumber : wiki, majalah Rolling Stone … gbr dari sini ::::::













27 comments
Comments feed for this article
September 8, 2007 pada 3:35 am
Joerig™
…:::…
September 8, 2007 pada 1:14 pm
peyek
Ah …. pesan moral tantang kehidupan yang mengena!
yah… karena makna yg dalam tentunya
September 9, 2007 pada 12:04 am
mbelgedez
Mungkin kehidupan sex mereka yang berwarna membuat mereka umur panjang….
(pengen niru Jagger, apa daya mokodompit……… *kabooooorrr……* )
September 9, 2007 pada 2:36 pm
'K,
@mbelgedez
setujuuuu
tapi gamau niru
hihihi
September 10, 2007 pada 1:33 am
itikkecil
Jadi inget pas Rolling Stones bikin konser gratis di Brazil itu… kapan ya… mereka bikin konser gratis juga di sini…..
September 10, 2007 pada 2:40 am
caplang™
*niru Rolling Stones*
September 10, 2007 pada 5:57 am
Ferry ZK
gimana kalo kita galakan untuk mencontoh kehidupan seks merema se-7 !!!!! …????
September 10, 2007 pada 12:07 pm
funkshit
ngga suka roling stones.. lidah nya jelek
September 10, 2007 pada 4:57 pm
extremusmilitis
siiieeechhh…gak yakin apa ada grup yang bisa nandingin “the greatest rock ‘n roll band ever” ini…, apalagi nandingin bibir dowernya si Mick Jagger
September 10, 2007 pada 5:12 pm
tianzega
@extremusmilitis
hayo bagaimana dengan Deep Purple, atawa Led Zeppelin?
@joerig
keep in rock ‘n roll bro
*kepala ngangguk2 lagi dengerin “Smoke On The Water”-nya Deep Purple
September 10, 2007 pada 6:44 pm
andalas
si jagger emang legenda, salut lah!!
September 11, 2007 pada 2:38 am
Joerig™
@peyek,
eh … bisa juga nemuinnya …
@mbelgedez,
hehehehe … analisa yg aneh …
@’K,
beneran neh ga mau ??? …
@itik,
soon … I hope …
@caplang™,
@Ferry ZK,
@funkshit,
@extremusmilitis,
kalo menurutku sih … one of the greates rock’n roll band ever …
@tianzega,
smoke on the water … fire in the sky …
@andalas,
yup … living legend …
September 12, 2007 pada 7:41 am
chielicious
Gak ada matinye emang rolling stones.. btw bener yah..band2 sekarang kayaknya belum ada yang ampe segitu me-legenda nya kayak band2 jadul.. hi3..
September 29, 2007 pada 10:46 pm
Magister of Chaos
Wehehehehe…. Rolling Stones…. gila…. Keith Richards gak ada Matinya!! Keren abiss maen gitaran….
Tapi kalau saya, gak ada yang ngalahin The Who!! Pokoknya menurut saya, The Greatest Rock n’ Roll band itu pasti The Who!! Gak ada yang ngalahin power chordnya Pete Townshend , Riff Bassnya John Entwistle, vokalnya Roger Daltrey, atau style Drumming-nya Keith Moon…hehehe… Dan juga kemampuan mereka menghancuran panggung…hehe…..
Oktober 29, 2007 pada 4:03 am
tutu
mick jagger is a rennaisance man, he plays a damned good rhytem guitar.
it’s awesome man it’s a gas gas gas…
November 17, 2007 pada 3:25 am
ughet-ughet
_aku bersangsi tiada rock n roll
selain rolling stones
dan aku bersangsi cuma jagger
rajanya rock roll
Maret 5, 2008 pada 12:41 pm
dick_stones
tiap hari gw dgrin rolling stones…
tiap hari gw nntn konser mereka d dvd
tiap hari sabtu gw ngeband bwain lagu mereka
tu aki2 udah ada d jiwa gw sekarang!!!!
April 30, 2008 pada 4:00 am
Flamming
Btw, rekan2 ada yang punya koleksi kaset or CD rolling stone lengkap? barter atau JB ndak masalah.
Mei 8, 2008 pada 8:08 am
ch@tz.alone
uuuuuuuuuuuuyyyyyyyyyyyyyyyyyyy
para rock n roll dmana pun qau berada!!!!!!!!!!!!!!!!
hidup rock n roll
rock n roll never die!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Mei 8, 2008 pada 8:10 am
nouna gila
mick jagger is gin gin ……………………..
wawank …………………
obinz……………….
wanz……………..
aduy…………………
Mei 24, 2008 pada 7:29 am
KOko n Roll
ROck N Roll Is My Life……
RolLing StoNE Is My BlooD…….!!!!
Juni 13, 2008 pada 3:12 am
gesta
Rock n’ RollllllllllllllllllllllllL
i like it’s it’s only rock n’ roll
bro… tuh lagu baru mantappppp….
tapi gw ada ide buat menuhi hoby ama Rolling stone perlu modal
nah gw ada ide coba lho orang buka web ini
gw udah rasain …. http://www.asiabersama.com/rollingstones/gesta
“You can’t always get what you one”
Juni 17, 2008 pada 3:33 am
ruben
aku kata hanya just rock n roll.i like it
Juni 17, 2008 pada 3:44 am
jamez
fuck 2 all.bitch
Juni 22, 2008 pada 7:22 am
nay joneeeeees
bwt gw……………………………………………….THE ROLLING STONEs………………….dah jadi dagingz dlm diri gw,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,apa lagi mick jagger………………………..wuih pokoknya the rolling stones dech gw buanggetzzzzzzzzzzzzzzzzzz………….
Desember 19, 2008 pada 1:15 am
dulwyman
CARI TEMEN YANG FANS STONES AH…..
Agustus 10, 2009 pada 12:54 pm
rizki
rock ‘n roll = rolling stones…its true!!