
Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.
Jawablah dengan jujur, apakah anda benar-benar mengenal diri anda sendiri?
Ada banyak metode mengenal diri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner. Apa pun bentuk metode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.
Apakah anda jujur pada diri anda sendiri?
Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali pula orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.
Maukah anda memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan menerima sebagaimana adanya dengan hati lapang?
Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan. Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik. Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada awalnya selalu terasa berat, karena sebelum bertindak seseorang harus mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri, “apakah ini adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini benar-benar menjadi keinginan diri saya?” Dengan kata lain proses mengenal diri sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan, bagian terberat dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.
Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?
Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah mengamati diri secara cermat – mengamati setiap perasaan, pikiran, harapan, keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri sendiri. Para spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi, khusyu’, mengheningkan cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini menumbuhkan kesadaran yang lebih tenang, yang mampu melihat secara jernih pikiran dan perasaan yang sedang terjadi, kemampuan, bakat dan ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan kesempatan untuk menggunakan semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari. Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih berganti.
Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri?
Banyak orang mengaburkan arti menjadi “diri sendiri” dengan “semaunya sendiri”. Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya. Selain itu, banyak orang menjadi apa yang dikatakan orang lain dan menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang perlu disadari adalah bahwa setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada orang yang sama. Mereka dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda-beda.Tugas manusia adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan kehidupan ini. Tujuan mengenal diri untuk pengembangan karir adalah mengenal apa potensi-potensi, bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu, mengenal diri akan menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan emosi dan spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi langkah kemajuan karir.
KEGIATAN ALTERNATIF
Ambil waktu senggang, carilah suasana tenang. Persiapkan diri anda untuk melakukan kegiatan ini. Mungkin kegiatan ini akan berlangsung selama 30 menit atau lebih. Dalam melaksanakan kegiatan ini bersikaplah seperti menonton film kehidupan anda. Jangan biarkan emosi anda terlibat. Berusahalah untuk menerima apa yang telah terjadi. Bila anda bermaksud menafsirkan apa yang mungkin terlintas dalam kegiatan ini, maka anggaplah bahwa tidak ada sesuatu pun yang sia-sia, selalu bertujuan, dan baik bagi pengembangan diri.
- Ambillah secarik kertas, tuliskan nama, tempat dan tanggal lahir, dan data pribadi anda lain yang patut anda ketahui. Mampukah anda mengenal diri anda melalui data-data yang anda tulis sendiri sembari melepaskan segala harapan-harapan, ketakutan dan kecemasan yang mungkin pernah ditanamkan dalam benak anda? Mampukah anda melihat diri anda melalui data-data yang anda tulis dengan cara pandang yang polos dan sederhana? Apakah anda bisa menyadari bagaimana kepribadian yang biasa anda kenakan dalam kehidupan sehari-hari?
- Kini tuliskan riwayat pekerjaan anda. Anda bisa memulainya dari awal atau akhir. Yang penting adalah anda mampu melihat seluruh riwayat pekerjaan anda secara utuh. Mungkin di saat menulis itu, anda teringat pada hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. Biarkan saja. Sekali lagi, pandanglah catatan riwayat pekerjaan anda sesederhana mungkin. Tetapi amati setiap kecenderungan yang muncul yang menerbitkan kegembiraan dalam pekerjaan anda.
- Tuliskan riwayat pendidikan anda, sejak kecil hingga sekarang. Tuliskan pula ketrampilan dan hal-hal apa yang pernah anda pelajari. Sebagian mungkin semakin terasah. Sebagian lain terlupakan. Lihatlah seluruh riwayat pendidikan dan pengajaran anda secara utuh. Amati setiap kecenderungan yang membuat hidup anda terasa menyenangkan. Apakah anda mampu menemukan hubungan antara pendidikan anda dengan pekerjaan anda sekarang?
- Cobalah menulis kegiatan-kegiatan yang anda lakukan. Biasanya itu adalah kegiatan yang menyenangkan dan membuat hidup terasa penuh gairah. Bisa berupa hobi, petualangan, organisasi sosial, agama, seni, olahraga, dan lain-lain. Apakah anda menemukan hubungan antara kegiatan-kegiatan ini dengan pekerjaan dan karir anda sekarang?
- Lihatlah diri anda kini secara utuh, sekali lagi dengan pandangan yang polos dan sederhana (tanpa dibebani harapan akan masa depan dan penyesalan pada masa lalu), mampukah anda menemukan diri anda sekarang sebagai sebuah simpul dari benang-benang masa lalu? Bisakah anda menemukan hubungan dari semua ini?
Berjalan di atas potensi dan bakat diri selalu berkaitan erat dengan kebahagiaan dan gairah hidup. Bila anda benar-benar mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan potensi dan bakat, anda akan menemukan kegembiraan dan energi yang luar biasa besar. Kegiatan di atas hanya selembar kegiatan alternatif untuk mengenal titik-titik potensi yang memicu kebahagiaan dalam diri (bila sekarang anda masih bisa merasakan gairah atas kegiatan anda di masa lalu, maka itu adalah gairah yang muncul dari potensi diri anda.) Tentu takkan cukup lima point kegiatan di atas untuk benar-benar mengenal diri, karena mengenal diri adalah proses yang terus berjalan – bahkan hingga akhir hayat. Namun setidaknya, dengan sedikit demi sedikit menguak apa yang ada dalam diri, anda akan menemukan sesuatu hal aturan sederhana: bahwa hanya dengan menjadi diri sendirilah seseorang menemukan kebahagiaan sejatinya. Dan, pengembangan diri semestinya bertujuan untuk menemukan kebahagiaan diri yang sejati, bukan yang lain.
:::::::::: diemail oleh der erstejoerig ::::::::::













103 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
Juni 20, 2007 pada 6:49 am
jurig
…:::…
Juni 20, 2007 pada 6:57 am
Amaliasolicha
Pertamax
Sipp…dicatet ya…
, makasih Neng
Juni 20, 2007 pada 7:00 am
Kang Kombor
Karena ingin menjadi diriku sendiri maka aku tidak memiliki idola sama sekali. Dulu aku pernah berbohong bahawa aku mengidolakan NABI SAW tetapi sejalan dengan proses penyadaran dan penjujuran, aku menemukan kenyataan bahwa aku sama sekali tidak memiliki idola. Buat apa mengidolakan sesuatu atau orang lain? Toh sampai mati kita tidak akan bisa menjadi seperti orang lain. Yang bisa kita wujudkan hanyalah menjadi diri sendiri.
Akibatnya, aku suka cuek pada pendapat orang. Diriku ya seperti ini.
(Kok tadi komentar nyasar ke Kenikmatan? Template ngacau nih!)
November 24, 2009 pada 3:16 pm
Anonymous
Itu bkn diri anda tp ktkutan anda shg tdk mau org lain smpk tau bgmn anda sbnry,itu knp anda jd acuh n gk pduli dg org lain ato lbh mdhy anda jd cenderung introvet
Mei 21, 2010 pada 2:46 am
Anonymous
anda terlalu sombong untuk mengatakan tidak mengidolakan Nabi muhammad!!! tahu kah anda, bhwa anda hidup nimkat seperi sekarang ini adalah berkat jasa Nabi muhammada??? meskipun pd hakikatnya kenikmatan itu beasala dari yang Maha Kuasa,
Agustus 24, 2010 pada 2:55 am
lonk
jangan sombong pak…….. jangan pake nama2x nabilah…? lebay toh juga qta smua membusuk (liat ja isi perutnya tu busuk bangt), yg sempurna tu hanya Allah SWT
April 13, 2011 pada 2:37 am
koccak
ingat lah bhwa kta brasal dari mna,bakal kembali kepadaX.satu hal yg hars kta ingat,kta nga bisa hdup tampa adaX orang lain.ego nga selamaX benar,tpi i2 bsa jdi awal kesesatan.
Juli 14, 2011 pada 4:38 am
ude
KIta Hidup tidak hanya Di dunia mas.. tapi juga Di Akhirat,, hidup ini terlalu indah ketika kita berjalan lurus tanpa Pegangan apa pun.. dan kita mungkin di dunia… masih ada yang tolong tapi Di Akhirat siapa? dan Tuhan Sangat Membenci kesombongan,, dan apa yang kita bisa banggakan,, ketika kita lahir, Hidup, dan di Akhiri dengan MATI..
Juli 30, 2011 pada 3:54 am
maskur
boleh menjadi diri sendiri itu malah bagus dan sangat disarankan tapi alangkah bagusnya terimalah pendapat orang lebih bijak dan arif, renungkan dulu pendapat orang bila baik ambil bila jelek jangan diambil
Juni 4, 2012 pada 1:38 pm
Anonymous
aku hx ingin mengomentri cuek pda pendapat org lain
menjdi diri sendiri salah satux menerima pendapat org lain
Juni 7, 2012 pada 8:28 am
lambang nugroho
setiap orang memilki cara dan tujuan masing2, tapi pada dasarnya semua itu akan mengarah pada satu tujuan.
untuk apa kita hidup?…
untuk siapa kita hidup?…
akan mengapa kita hidup di dunia ini?…
dan akan kemana kita setelah hidup ini?…
pertanyaan2 itulah yang bisa mengarahkan kita menemukan siapa dirikita yang sebenarnya…
Juni 20, 2007 pada 9:20 am
cakmoki
Mengenal diri sendiri, … kadang terasa sulit, kadang terasa mudah, kadang lupa sesaat. Sepertinya proses mengenal diri tidak pernah berhenti ya
Juli 14, 2011 pada 4:50 am
ude
tapi itu haruuss,,,
Juni 20, 2007 pada 3:51 pm
peyek
Semakin mengenal diri semakin takut teh, yang selama ini merasa baik ternyata kita ini nggak lebih baik dari yang lain bahkan jauh lebih tidak bermartabat
Juli 24, 2011 pada 4:36 pm
Anonymous
ikuti kata hati……takut berarti tandanya kt akan mengenal diri kt yg sebenarnya..lanjutkan
Juni 20, 2007 pada 4:05 pm
kurtubi
waaau saran yang simple praktis ekonomis dan sedikit berkumis… bacaan yang bermanfaat…
tapi hilangkan dong image awal tulisannya…
aku jadi benar2 gak kreatif nih komentnya…
Juni 20, 2007 pada 4:39 pm
cK
wew…kadang saya tidak tahu siapa diri saya ini
*sisi gelap sedang keluar*
Juni 20, 2007 pada 5:16 pm
koecing
yang saya kenal dari diri saya itu, saya mood2an. jadi susah di tebak jd sering kali g’knal diri sendiri…
*handshake*
salam kenal yah..
Juni 21, 2007 pada 2:35 am
dnial
Aku ini siapa ya? Kok rasanya kayak amnesia?
Oktober 8, 2009 pada 5:58 am
sweethonesty
agak-agak la ko ne kartun naruto tu
Juni 21, 2007 pada 2:41 am
suandana
Terima kasih atas sarannya…
Juni 21, 2007 pada 8:26 am
Joerig
@amaliasolicha,
weits … pertamax-nya mah udah abis …
@kang kombor,
menjadi diri sendiri adalah sebuah tujuan mulia …
menurutku sih begitu …
@cak moki,
tidak pernah berhenti sampai tujuan tercapai …
@kurtubi,
hehehe … kretip kok …
@cK,
sisi gelap ??? … wah jadi inget gollum … hehehehehe …
@dnial,
jangan amnesia ah, ga enak katanya kalo kena amnesia …
@suandana,
Juli 30, 2007 pada 9:23 am
Mrs. Neo Forty-Nine
panjang banegt Teh?
yang saya tau…(menurut test) saya ini termasuk kepribadian jenis ENFP (extraversion/extrovet,intuituion,feeling,perception)…
katanya, orang kek saya ituh…
—Gesit, inovatif, baik dalam banyak hal. Menstimulasi orang lain, waspada dan banyak bicara. Bisa berargumentasi untuk senang-senang saja tanpa merasa bersalah. Punya banyak cara untuk memecahkan masalah dan tantangan, namun bisa mengabaikan tugas2 rutin. Cenderung untuk melakukan hal baru yang menarik hati setelah melakukan sesuatu yang lain. Terampil untuk menemukan alasan yang tepat tentang apa yang diinginkannya.—
waw…sepertinya cocok tuh…
Juli 30, 2007 pada 9:25 am
Mrs. Neo Forty-Nine
Eh Teh…keliru…
ENFP itu yang ini…
kalo yang di atas itu ENTP
–Hangat, antusias, semangat tinggi,imaginatif, pandai menemukan penemuan baru. Mampu melakukan apapun yang menarik baginya.Cepat memberikan solusi dan cepat membantu orang yang punya masalah. Sering mengandalkan kemampuannya untuk improvisasi daripada menyiapkannya dulu. Sering menemukan alasan yang menarik untuk meyakinkan orang lain tentang apa yang diinginkannya.–
gag rugi kan, temenan sama sayah?
Juli 31, 2007 pada 3:35 am
Luna Moonfang
@mrs 49,
wah ilmu baru neh … langsung print
:::
saya mah ga pernah nyesel kok atau merasa rugi kok … hehehehe
Agustus 27, 2007 pada 2:09 pm
nieznaniez
# Mrs. Neo Forty-Nine
cara tes-nya gimana ?? aku mau.
Juni 14, 2010 pada 12:25 pm
Anonymous
ia aq ga tau jg gmn siue dr aq ini
Mei 13, 2011 pada 10:51 am
erik
aq mnjadi bingung sbnarnya siapa diriku ini????
Juni 11, 2008 pada 4:32 am
Anonymous
pade bilag paan euy….
kgak ade oyang ge ngerti…..
Juni 23, 2008 pada 10:33 am
Anonymous
extrovet introvet ap seh? hag hag hag
Juli 1, 2008 pada 9:42 am
konsultasi kesehatan
kenali diri sendiri…….
ribuan saraf, vena, arteri, organ, dsb.
dunia kedokteran belum menjangkau semua
gak nyambung ya…
Desember 16, 2008 pada 3:57 am
SRI
wah..Pemaparan yang sangat bagus sekali,,,so apabila kta renungkan. “Mengenal Diri”, suatu pernyataan yang sangat menggugah hati dan jiwa,,,Kadang kta sebagai seorang manusia,tidak menyadari menyadari akan kekurangan dan kelebihan yang dipunyai oleh diri pribadi, Berbicara kelebihan yang dimiiki oleh kta mungkin hal itu pertama, harus disyukuri terlebih dahulu,,,,,,Kmudian kita kembangkan , dan jadikan modal yang kuat to mencapai cita2,,,,Ok!
Nah , berbeda lagi mengenai masalah ” kekurangan” yang dimilki oleh diri pribadi khususnya, mungkin dalam hal ini sekilas akan merasa minder, BNer Kan? atas kekurangan yang dimiliki oleh diri sendiri, akan tetapi hal itu ternyata harus kita perbaiki, dalam hal ini ” kita harus merenungi sejenak kekurangan yang ada pada dirikita,setelah itu berfikir atas memperbaiki kekurangan tersebut…………..karena siapa tahu kekurangan yang ada pada diri kita itu merupakan suatu anugerah yang besar yang diberikan allah kepada kta sebagai jalan menuju KESUKSESAN. ingatnya ” jadikan kelemahan mu menjadi sesuatu kekuatan yang luar biasa,,,,,dengan menyiasati kelemahan yang ada pd dri kta menjadi motivasi yang sangat positif,,,,,,So dengan demikian maka kamu akan SUKSES**
Desember 16, 2008 pada 4:00 am
Sri Risna Nurmalasari
wah..Pemaparan yang sangat bagus sekali,,,so apabila kta renungkan. “Mengenal Diri”, suatu pernyataan yang sangat menggugah hati dan jiwa,,,Kadang kta sebagai seorang manusia,tidak menyadari akan kekurangan dan kelebihan yang dipunyai oleh diri pribadi, Berbicara kelebihan yang dimiiki oleh kta mungkin hal itu pertama, harus disyukuri terlebih dahulu,,,,,,Kmudian kita kembangkan , dan jadikan modal yang kuat to mencapai cita2,,,,Ok!
Nah , berbeda lagi mengenai masalah ” kekurangan” yang dimilki oleh diri pribadi khususnya, mungkin dalam hal ini sekilas akan merasa minder, BNer Kan? atas kekurangan yang dimiliki oleh diri sendiri, akan tetapi hal itu ternyata harus kita perbaiki, dalam hal ini ” kita harus merenungi sejenak kekurangan yang ada pada dirikita,setelah itu berfikir atas memperbaiki kekurangan tersebut…………..karena siapa tahu kekurangan yang ada pada diri kita itu merupakan suatu anugerah yang besar yang diberikan allah kepada kta sebagai jalan menuju KESUKSESAN. ingatya ” jadikan kelemahan mu menjadi sesuatu kekuatan yang luar biasa,,,,,dengan menyiasati kelemahan yang ada pd dri kta menjadi motivasi yang sangat positif,,,,,,So dengan demikian maka kamu akan SUKSES**
Oktober 6, 2010 pada 11:43 pm
wandi
tu bener bnget aku setuju dg argumem kamu
November 5, 2010 pada 4:16 pm
deden
jadikan kelemahan mu menjadi sesuatu kekuatan yang luar biasa,,,,,dengan menyiasati kelemahan yang ada pd dri kta menjadi motivasi yang sangat positif,,,,,,So dengan demikian maka kamu akan SUKSES**
contohnya gmana buk sri?????
November 5, 2010 pada 4:18 pm
deden
tolong balas ke deden_kuting@yahoo.com
Desember 27, 2008 pada 7:30 am
putri
Mrs. Neo Forty-Nine,
aq jg mau tuh tau cra tes mengenal dri sndiri?!!!
Aku masih bingung sm driQ sndri, aq blm th ky gmn toh karakterQ itu,pengen bs tau jg potensi dri ini,pengen tau jg kkurangan aq…..jd aq dkasih tau y gmn cr test’y!!!!!!!
Januari 15, 2009 pada 4:58 am
cara belajar efektif « ora et labora
[...] efektif: A. Untuk membuat langkah-langkah belajar efektif ADALAH mengetahui terlebih dahulu: 1. Diri sendiri 2. Kemampuan belajar anda 3. Proses yang berhasil anda gunakan dan dibutuhkan 4. Minat dan [...]
Januari 19, 2009 pada 1:25 pm
hiduplah dengan tujuan
[...] cara belajar efektif… di Mengenal diri sendiri … [...]
Maret 24, 2009 pada 9:01 am
Anonymous
yfyhhhfhy
April 2, 2009 pada 3:17 am
tim
mengenali diri sendiri orang yang bijak’ sebelum kita mengenal orang lain kenali dahulu diri kita, dari situ kita dapat memahami orang lain.
April 8, 2009 pada 5:25 am
KHYQ
YAAAAA gmna ceee spAya ki2 bsa ngenal ki2 sendiri??
Juni 4, 2009 pada 4:46 pm
adeNt
jujur ,emang sulit tuk ngenalin diri sendiri …. (termaksud my_self)
slama ini mungkin gw cuma ngjalanin hidup gw ini apa adanya tanpa gw sadarin siapa ,apa, dan gimana dan dimana diri gw sbnarnya ,!!!!
hari2 yang udah gw lewatin itu kosong gak da maksud , hasil dan tujuan sama skali … kadang gw sendiri sadar akan hal itu tapi kesadaran gw itu cuma untuk sesaat ,besok pun gw udh gak tau apa yang harus gw lakuin,gw jalanin…
perssaan yang gak jelas ,malez ,bosenan,”bnr2 gak berarti bgt”..>??
yang ada difikiran gw itu cuma hal2 negative kesmua orang , ke keadaan disekitar gw ,keadaan yang pernah gw alamin , truz2an nyalahin diri gw sendiri, penyesalan akan masa lalu …. ….
gw gak tau mzt gmn ,jjr bosen bgt tapi gak tw knp gw msh ttp brthan wlaupun gw tw itu bukan diri gw…!!!!!!!!!!!!!
da 1 hal yang gw takutin .. jatuh terlalu jauh ke dalam penyesalan masa lalu…
boleh minta saran please …,!!!!!
Juni 16, 2009 pada 4:10 am
Tiberias Ginting
untuk bisa mengenal diri sendiri diperlukan waktu yang sangat panjang dan di sela-sela waktu itu akan banyak sekali masalah-masalah yang menghampiri tetapi bila kita peka disitulah pengenalan diri kita sebenarnya,,,,
good luckk
Juni 19, 2009 pada 2:01 pm
Maren Kitatau
@adeNt
Untuk mengenal diri sendiri,
Boleh coba melalui kemaluan.
Ada tiga kemaluan diblog-ku.
Coba lah tengok!
-
Salam Damai!
Juli 3, 2009 pada 2:55 am
dodiguruh
Sejati diri…sejati guru..sejati ilmu…
Juli 14, 2009 pada 4:14 am
zechta
Terkadang Kita Tidak Percaya Akan Kemampuan Yang Kita Miliki……..
Kenapa ?
Juli 14, 2009 pada 10:25 am
Maren Kitatau
@zechta
Karna ada daya yang nggak kliatan.
The invisibel power yang terlupakan.
Rohaniah!
Apa guna otot kawat tulang besi kepala batu,
Muka tembok leher beton baju besi dll materi,
Jika tak ada nafas yang lembut itu?
Menurutku,
Jangan sepelekan segala apa yang lemah.
Rahasia hidup tidak banyak yang kita tau.
-
Salam Damai!
Juli 27, 2009 pada 9:07 am
Zechta
Jangan Seplekan Yang Lemah….. ?
Tetapi terkadang, kita suka melemahkan / meremehkan orang lain….. ?
Sebenarnya Orang itu mampu & tidak bisa diremehkan…. ?
Bagaimana Menggali Potensi Dalam Diri Seseorang….. ???????????
Juli 24, 2009 pada 8:30 am
franco
aduh…….. payah ne gua da lup makali ma yang mana didi gua……………………………………….. prah buanget!
Oktober 8, 2009 pada 11:46 am
Maren Kitatau
-
-
-
@Zec
Emang benul,
Kita kerap meremehkan.
Bahkan dalam pase bertutur.
Pekerjaan kita yg paling remeh adalah bernafas.
Bernafas adalah pekerjaan yg tak bisa kita hindarkan.
Lalu bermimpi. Bermimpi pun bisa sampai keringatan ato menangis.
Kurasa,
Mengenali diri sendiri,
Lebih baik dari yg terlemah.
Yg itu lah yg digali ditumbuhkan.
Salam Damai!
Oktober 12, 2009 pada 4:21 am
Dora
makasih ya artikelnya, trus berkarya. Salam kenal yah!
November 10, 2009 pada 6:04 am
AndiTK
Diri sendiri ya?berat kata jjr pa lg ego menguasai.. Loh kok kyk lgu.. Menyesal akn tndkn yg mrugikan dri..sering bgt! bsok adlh cita2.. Wajib trlaksana amin!
November 30, 2009 pada 12:57 pm
yoga ir
mengenal diri sendiri”‘sesuatu hal yang fitrah yang d gariskan Tuhan,, terkadang kita dalam kehidupan kerap dan cenderung melenceng dari jalur yg seharusnya sehingga membuat pandaangan akan diri kita menjadi buram,,”!
September 14, 2010 pada 5:53 am
Anonymous
MENURUT SAYA MENGENAL DIRI BUKANLAH HAL -HAL YANG GAMPAN DI PELAJARI MENGAPA SAYA KATAKAN BEGITU KARNA KITA SEBAGAI MANUSIA PERLU KITA LIHAT DALAM PANDANGAN KITA DAN SITUASI YANG KITA HADAPI DALAM HIDUP KITA SEHARI-HARI ITU YANG MENJADI MASALAH BAGI SAYA
Desember 8, 2009 pada 11:27 pm
ridwan
Benar kata admin blog ini mengenal diri sendiri memang agak2 susah tp jika sudah kita mulai akn terasa lebih baik apalagi jika kita sudah menerima apa adanya diri kita,,,
Jadi yang penting untuk langkah pertama bersikaplah santai dan apa adanya.
yang kedua kenali kegiatan anda selama ini yang paling sering dan yang anda senangi karena walau bagaimana pun sebenarnya kamu akan sangat susah menghilangkan sebuah kebiasaan anda jadi terima sajalah misalnya selama ini anda senang belajar, senang bergaul dll. kalau saya sendiri senang menggoda cewek hehehehe….
yang ketiga mulailah membangkitkan kembali sesuatu yang anda senangi tadi jangan mengubur dan membuangnya karena sebenarnya disitulah letak semangat dan kekuatan kamu. kembangkanlah dan kembangkan terus…
@adeNt>>> kamu jangan berpikir negatif pada semua orang karena belum tentu orang tersebut sejahat yang kita bayangkan, cobalah berpikir mungkin mereka melakukan seperti itu karena memang berguna bagi mereka, bukan karena kamu dibenci atau apalah…
Desember 22, 2009 pada 6:24 am
lambang
apaakah kehidupan selamanya menyesatkan?………
terus apakah meski kita mengenal diri kita sendiri, apakah itu berarti hidup kita akan lebih baik?…………………BINGGUUUUUUUUUUUUUUUUNG.
September 14, 2010 pada 6:09 am
Anonymous
IA MEMAN SAYA BINGUNG TAPI SAYA INGGIN SEKALI MENCARI TAHU BAGAIMANA KITA BISA TAHU DAN HASIL YANG BAIK UNTUK KITA MEMPELAJARI HAL -HAL YANG BAIK UNTUK DIRI KITA SENDIRI ITULAH YANG MENJADI PERTANYAAN SAYA
Januari 14, 2010 pada 9:06 am
muhazh
ngopi ya………..
Januari 15, 2010 pada 12:49 am
razak
kdng
saya
tau
drku
yanh
sbnrny
kdng
smbng
yg
menutupi
driku.
ini.
September 14, 2010 pada 6:14 am
Anonymous
BOLEH JELASKAN PADA KUE?………………………….
Maret 2, 2010 pada 1:39 pm
buyunk
memang berat rasanya
September 14, 2010 pada 6:20 am
Anonymous
TOLONG ?…………….AJAR AKU BAGAIMANA CARA-CARA APA YANG PERLU KITA PELAJAR DARI DIRI KITA SENDIRI OK……………
April 2, 2010 pada 10:11 am
Mey
Susah yuah buat mengenal diri sendiri . . .
Malah lebih sering comment tentang orang lain dari pada diri sendiri!!
April 22, 2010 pada 5:40 am
bayu
bagus2 gue mau pelajari dulu. thx tas yg udah buat
Juni 3, 2010 pada 3:18 am
uwie'
d posting 20 juni 2007, hampir 3 th
thanks bwt artikel yang bagus
menginspirasi untuk lebih mengenal diri
salam kenal . .
Juli 4, 2010 pada 4:33 pm
Spy pen camera
Terima kasih atas artikelnya yang sangat membantu saya. Saya mengikuti langkah-langkah yang Anda sarankan.
Agustus 13, 2010 pada 5:19 am
Nur Nst
dulu aku tidak begitu tahu tentang diriku…pas mau tamat SMA aku buat diari khusus dan minta teman2 sekolahku menilai aku satu persatu, ternyata diriku tdk spt yg kusadari di mata mereka, dari situ aku lebih sedikit tau ttg diriku dan apa yg harus kuperbaiki n kutingkatkan…..
September 8, 2010 pada 3:11 am
dini
mengenali diiri sendiri berarti menjadi apa adanya diri sendiri sehingga tak ada waktu membandingkan diri dengan kemampuan orang lain selain memberikan diri bagi sesama utk berbuat, berkorban, meski mgkn org lain lbh dr kita…
tapi bangga dgn apa yg ada dalam diri akan mbuat kita bersemangat utk mengembangkan kemampuan diri,,,
soal kekurangan yg ada,,,itu masing2 ada di dalam diri manusia sbg jalan utk mohon penyertaan Sang Pencipta
cb bayangkan bila manusia sesempurna Pencipta???
wahhh
tak dpt kubayangkan apa yg terjadi, sedangkan pny kekurangan sj manusia bisa bertingkah apalagi bila MANUSIA SEMPURNA,,,,,
Salam Damai
September 14, 2010 pada 12:54 pm
aditya
memang untuk mengenal diri sendri sungguh sangatlah susah, apa lagi mengenai hal kejujuran. dewasa ini khususny para remaja sudah diracuni dengan kebohongan. Gimana maw ngenal diri sendri klu boong trz jalan…
Good Artikel… kembangin trz yah….
September 17, 2010 pada 12:04 am
Awaludin
Artikel yang sangat mencerahkan, Thanks buat yang nulis. Comment2nya juga bagus-bagus, banyak yang mendapat manfaat.
Buat teman-teman yang sudah pernah melakukan test kepribadian / kuisioner untuk mengenal diri sendiri TOLONG di share ya pengalamanya,
(dimana kami bisa mendapat penjelasan lengkapnya ?, ada link nya di internet ? Kalau ditulis disebuah Buku, apa judulnya?),
Sharing dari teman2 akan sangat membantu. Thanks for you all. GBU,
Oktober 2, 2010 pada 6:50 am
mawan
mudah sekali kalo berdasrkan teori untuk jdi diri sendiri tapi kenyatannya tidak semudah seperti teori yang tertulis,
Oktober 6, 2010 pada 9:47 am
lambang
orang yang menyerah sebelum berindak, adalah orang yang takkan pernah berhasil dalam segala hal………….
jika yakin akan dan terus maju akan keberhasilannya. maka dia akn mendapatkan keberhasilannya meski itu hanya 50%……
November 5, 2010 pada 4:12 pm
deden
saya bingung seperti apakah diri saya……………….
November 12, 2010 pada 6:41 am
andrew
perlunya mngenal diri sendiri ,
mnurut saya pribadi ckup rumit tpi jg ckup mudah .
dengan slalu penuh kesadaran dengan ap yg tlah kita perbuat , dn dri stiap dampak yg ad , dri dlam maupun luar . kita akan smkn sadar atau mengerti dngn sendiriny
November 18, 2010 pada 2:40 pm
fauzi
aku masih tidak tahu apa aku sekarang sudah menjadi diri sendiri… namun aku hanya bisa meratapi kebohongan yang aku buat dengan merasa menjadi diri sendiri
Desember 16, 2010 pada 4:45 pm
asfalasafilin
Artikel yg bagus.. Ditunggu postingan yg berikutnya
Salam sukses..
Januari 9, 2011 pada 9:57 am
Ryand
Ternyata diri sendiri adalah orang atau teman yang setia menemani kita,walau kita kadang tak percaya padanya,tapi dia tak pernah paling dan pisah dari kita(dead donk):D
lebih baek kita percaya ama diri kita sendiri dari pada mengagumi orang laen yang dimata kita lebih dalam segalanya,nyatanya dibelakang kita tidak(tak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini kecuali ALLAH SWT).
Januari 15, 2011 pada 4:22 pm
dodi arifa rahmat
saya sulit untuk memahami diri saya sendiri, mau kemana langkah kakiku ini akan ku langkah kan aku seakan kosong tidak tau apa yang mesti aku perbuat
Januari 15, 2011 pada 4:23 pm
dodi arifa rahmat
apakah ada saran atau kaitan dengan teman teman ku selama ini aku tidak bisa memahami itu semua tolonglah aku kawan
Januari 27, 2011 pada 6:16 am
Neni
Ehm……. Mengenal diri sendiri memang butuh proses yang panjang , Jika sudah mampu mengenal diri sendiri berarti dia sudah berada di awal kesususesan, Ayo kita kenali diri kita sekarang juga
Februari 7, 2011 pada 4:14 pm
.mngenal diri it emang susah.. banget,, bnr tuh, rasany kok mnjalani hdp skdar membiarkany mngalir tanpa mngusahakn s'suat tjd.. rasany hati dn diri dn jiwa ni kosong, hampa.. udah dari kls 2 smp
dreamersdream.blogspot.com
Maret 20, 2011 pada 6:26 am
ryo
ternyata untuk mengenal diri sendiri sangat sulit…tak semudah balikin telapak tangan
Maret 23, 2011 pada 6:37 pm
Wawan Up's
Mengenali diri sendiri berdasarkan kepercayaan pada diri sendiri dari kemampuan, prilaku kita n watak kita pribadi.
April 24, 2011 pada 12:03 pm
Kdang sush jg y ngnalin dri sndri. Plg lw lg bngung ngmbil kptusan.kdang sk down.gmn y.
Kdang sush jg y wt ngnalin dri sndri.plg lw lg bngung ngmbl kptusan. Ska down.gmana y ngtasin x
Juni 15, 2011 pada 4:46 am
maimunah
semoga sy bisa menghargai dri sy sendiri sblm sy mencoba menghargai org lain do’akan sy smoga sy bsa
Juni 17, 2011 pada 6:12 am
D'PAYACK
dri sndri tu gmbrn hal” yg qta lakukan klo dri qta bk n hti qta bk jg mka mdh mntkan siapa dri qta ne lo qta g mngrti akn hl ini sma z mlkh smbl pjm
Juli 14, 2011 pada 3:41 am
ude
Mengenali diri sendiri… itu tidak mudah juga tidak sulit… tergantung ada sendiri,,, sekarang berbalik bertanya pada diri anda?.. dan liat diri anda di cermin,, apa yang telah anda lakukan? dan setiap yang anda perbuat apakah ada Manfaatnya buat orang lain dan Diri anda. Kenali diri Anda dan Buatlah diri dan kehidupan anda lebih baik.
Juli 20, 2011 pada 6:07 am
Anonymous
bwat Qw,,,,,, mengenal dir sendir yang sesungguhnya sangat susah, masih belum merubah diri,,,,,, “sanggupkah Qw merubah diri Qw menjadi yang paling sempurna” Ntu yg sangat penting…..
September 1, 2011 pada 9:35 am
vicky
terimah kasih atas pertolongannya …??
September 21, 2011 pada 4:29 am
fandy
kalo kita berusaha memperbaiki kekurangan diri kita apakah sama artinya dengan bahwa kita sedang berusaha menjadi orang lain?
Oktober 17, 2011 pada 4:10 am
Siti Muthoharoh
terima kasih banyak
Oktober 28, 2011 pada 7:24 pm
wahh semuax pada pinter2 :)
aray_arlavh10@yahoo.com
November 2, 2011 pada 4:34 am
Anonymous
hhhmmm,,,,
susah jg eah? tp hruss dcoba.
November 2, 2011 pada 4:37 am
Yolly
aQ nglamin hal yg sm kyak adeNt tuch,,,,
truss musti gmn duNk???
penyesalan masalalu, sulit dihilangin.
Desember 2, 2011 pada 2:33 pm
Maren Kitatau
Mengenali diri sendiri,
Aku mulai dari tertiga di blogku.
Ku aplikasikan di sini: http://hbis.wordpress.com/2010/10/10/tinjauan-filsafat-terhadap-tiga-agama-samawi/#comment-1638
Salam Damai!
Januari 20, 2012 pada 11:18 pm
mooben
be yourself even you’re nobody
Maret 12, 2012 pada 8:30 am
Riri alie
Pamit Ngutip enggeh Mas….!!?
Juni 4, 2012 pada 1:40 pm
Anonymous
apa sebenarnya tujuan untuk menjdi diri sendiri
Agustus 4, 2012 pada 7:22 pm
Anonymous
sebenrnya mengenal diiri itu susah ..
kenapah kita bilang susah ..
karena kita terbwat dari BESI baja ..!
Agustus 5, 2012 pada 10:20 pm
Anonymous
saya merasa hidup didunia ini hanya seorang diri,,
ntah apa yang ada dipikiran ini tapi saya merasa hanya saya yang merasakan ini,,
apakah sebenarnya saya ini?
dan kenapa saya berfikir seperti ini terus,,
dari SD sampai sekarang kuliah masih belum bisa terjawab pertanyaan ini..
selama perjalanan hidup baik di pendidikan maupun di lingkungan saya tidak merasa dapat manfaat yang besar, kecuali hanya satu yang sampai sekarang saya merasa itu kelebihan saya,,yaitu shalat
saya tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain secara baik,,
semoga kedepannya dengan bertambah pengalaman hidup,,semua jadi nyata,,dan bisa terlihat jelas kemana tujuan hidup ini,,
Oktober 23, 2012 pada 2:59 am
erfin mauladi
saya pria usia 28 tahun sampai sekarang saya belum mengenal diri saya sendiri ?apa yang saya suka.,warna kesukaan saya apa.saya suka musik ato tidakmakanan apa yang saya suka ,,itu sebagian kecil contoh yang sangat sederhana?
parahnya tujuan hidup saya pun saya tidak tahu…
Mei 5, 2013 pada 2:55 pm
Maren Kitatau
Wah!
Semoga sekarang sudah makin tau,
Walau itu belum pasti tapi agak tau.
Itu lumayan!
Salam Damai!