
Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.
Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.
Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia. Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.
:::::::::::::::::::::::: diemail oleh der erstejoerig ::::::::::::::::::::::::













18 comments
Comments feed for this article
Juni 13, 2007 pada 9:57 am
jejakpena
Duh Teh…
One word, agree!
^^;
Juni 13, 2007 pada 10:13 am
chielicious
Nice writing
Juni 13, 2007 pada 3:28 pm
miskinkan diri
yaa ya ya aku jadi tahu.. aku jadi tahu… bahwa jangan banyak omong tapi banyaklah mendengar karena telingat lebih banyak dari mulut… duuuh jadi malu… nuhun…
Juni 14, 2007 pada 12:23 am
mina
hiks….
hik……
T_________________T
teteh…saya …saya….
hiks…terharu sekali. ini tulisan begitu menyentuh hati. saya copy ya, untuk dibaca selalu di waktu -waktu lainnya.
teh, tulis lagi yang kayak gini ya..
hiks…
Juni 14, 2007 pada 1:51 am
riza
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga bisa berfikir apa yang harus dilakukan selagi memilikinya. Yang jelas ini ga gratis dari Pencipta.
Juni 14, 2007 pada 3:46 am
cakmoki
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah
Minta pijet pada yg dicintai boleh kan? Eh, termasuk minta balsan gak ya
Juni 14, 2007 pada 4:09 am
Nananging Jagad
Tapi kita dilahirkan dengan banyak tulang rusuk ki, njut piye hayo?…….banyak pasangan hidup???
Juni 14, 2007 pada 4:17 am
joerig
@jejakpena, chielicious, gus kurt, mina,
… mari kita saling mengingatkan …
@riza,
aku pikir sih … ga ada yg gratis di dunia ini …
@cak moki,
… hehehehe
hehehehe … ada ada saja cak moki ini … pijet mah ya terserah yg mijet aja kaleee …
@nananging jagad,
perasaan sih postingan di atas ga nyebut ttg jumlah tulang rusuk …
Juni 14, 2007 pada 6:30 am
cK
euh…dalem…
Juni 14, 2007 pada 10:42 am
Nayz
wah cinta yang tulus ya….
tapi jaman sekarang apa-apa pasti ada maunya.*hehe
Juni 14, 2007 pada 10:57 am
g u s t | a w a y
paragraf yg terakhir : keren banged !
..*
*`n gw udah lulus dengan “summa cum laude”
tapi jauh lebih keren : yg kirim email `n yg posting-in… lolz…
…*
*good strategy !…
Juni 14, 2007 pada 11:26 am
arul
introspeksi diri nih teh….
tapi melihat ke depan dan melihat ke belakang juga harus seimbang teh…
Juni 14, 2007 pada 11:27 am
TakodokLegaTapiTakJuga
Kereeeenn! Setuju, apalagi yang tentang telinga.
Juni 14, 2007 pada 4:56 pm
peyek
memperkuat alasan kenapa selama ini diam adalah yang terbaik.
termasuk kritikan yang membuat hati panas tapi tetep diem
Juni 15, 2007 pada 12:49 am
venus
gitu ya, bu?ya deh, saya setuju aja
Juni 15, 2007 pada 3:00 am
jurig
@cK,
dalem ??? …
@Nayz,
emang jaman dulu ngga ya ? …
@gust|away,
@arul,
hiduplah pada hari ini …
@takodok, peyek, venus,
Juni 20, 2007 pada 4:09 am
maruria
suka filosofi juga ya mas?
Saya setuju sama semua yang mas bilang itu, tapi kalo boleh nambahin, saya mo bilang kalo kadang kadang, sekali lagi, KADANG-KADANG kita perlu melihat ke belakang supaya kita bisa mengambil pelajaran dari sana, agar kita bisa jadi orang yg lebih baik. Setuju ga mas??? Hehehe..Salam kenal..
Juni 21, 2007 pada 8:40 am
jurig
@maruria,
melihat ke belakang kadang membuat munculnya rasa penyesalan yg berlarut-larut …
salam kenal juga …