
Singkirkan kebiasaan meniru yg berlebihan …
Penyair Umar Abu Rissyah pernah membacakan syairnya yg diawali oleh kalimat sebagai berikut :
Masihkah kau berada dipersimpangan malam
menanti kebenaran, wahai pengantin pasir ?
Cara menyampaikannya yg baik, penampilannya yg menawan, dan suaranya yg merdu membuat saya terbawa. Saya sendiri mengenal qashidahnya dan cara menyampaikannya. Kemudian, saya mencoba menciptakan qashidah, dan menyampaikannya di depan acara keilmuan. Saya mencoba menjelma menjadi Abu Rissyah, dan menirukan caranya menyampaikan qashidah. Tapi memang saya bukan Abu Rissyah, penyampaian saya terasa kaku, membosankan, dan tidak keluar dari perasaan di dalam hati. Setelah itu, saya tinggalkan sama sekali taqlid, dan menyampaikan qashidah sesuai dengan watak saya.
Kisah serupa juga pernah terjadi pada seorang imam di Jeddah. Si imam ini memaksakan diri untuk menirukan bacaan seorang qari’ terkenal. Jadinya lucu. suaranya jelas berbeda dengan suara qari’ tersebut, lengkingannya berbeda dengan lengkingan dia. Keharusan-keharusan yg mestinya dijalankan oleh imam dimaksud menjadi kacau, suaranya tak sampai, dan nafasnya ter-engah-engah.
::::::::::
Dari kedua kisah diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa Sang Pencipta itu telah menciptakan kemampuan, potensi, dan sifat masing-masing bagi setiap orang berbeda dengan yg lain.
| Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang | — QS. Al-Ma’idah: 48
Sampai disini harus dipahami bahwa jika anda ingin melakukan sebuah inovasi dan menanamkan pengaruh kepada orang lain, maka anda tidak boleh bergeming dari cara, watak dan bakat anda.
| Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya.” | — QS. Al-Isra’: 84
Jangan meniru suara orang lain dalam berbicara, cara berjalan orang lain dalam berjalan, dan cara duduk orang lain saat duduk agar anda terlepas taqlid, meniru dan menyerupai. Daya tarik, warna dan ciri khas anda itu ada dalam kemandirian anda untuk berinovasi dan menanamkan pengaruh dalam diri orang lain. Juga, dalam cara anda memberi yg berbeda dan cara menyajikan.
:::::::::: La Tahzan, hal 504-505 ::::::::::













15 comments
Comments feed for this article
Mei 28, 2007 pada 7:14 am
antobilang
betul nih…harus ‘beda’ dari yang lain…
>>>>>>>>>>>>>>
hehehe … ngga harus sih, tapi kalo bisa …
Mei 28, 2007 pada 7:22 am
venus
just be yourself. itu kan, intinya? setuju banget, setuju banget !
>>>>>>
sip…
Mei 28, 2007 pada 7:23 am
Temennya Jurig
yup bener skali jadilah dirimu sendiri karena kamu itu unique, spesial, tpai meniru yg baik gpp kok contoh meniru nabi, menjalankan sunahnya..
>>>>>>>>>>>>>.
siap ! …
Mei 28, 2007 pada 7:46 am
Rizma Adlia
Ma setuju kalo kita jangan ngebiasain niru,, ga kepengaruhan yang lain,, tapi Ma agak males juga kalo liat orang yang sok mau paling beda sendiri,, kalo ditanya kenapa gitu,, jawabannya “Biar ga sama,,” atau “abis yang lain kaya gitu sih,,” bukannya gitu juga salah satu jenis kepengaruhan ya??
>>>>>>>>>>.
yup …
mending be yourself aja … ngga usah ikut-ikutan …
Mei 28, 2007 pada 7:51 am
anas
Yap bener singkirkan budaya plagiator di Blogosphere.
>>>>>>>>>>>>>>
hmmm … mending di diri kita sendiri aja, jangan mikir yg di blogosphere …
Mei 28, 2007 pada 9:52 am
chielicious
Setujuhh..ama neng rizma juga setujuh..yah..coba temukan diri anda yang sebenernya aja ..meskipun emang gak gampang..
>>>>>>>>>>>>>>
yup … emang ga gampang … tapi kita harus terus berusaha …
Mei 28, 2007 pada 12:53 pm
anas
@jurig Setuju juga, tapi klo di keduanya setuju nga’
>>>>>>>>>>>
maksudnya apa ya ???
Mei 28, 2007 pada 2:25 pm
deking
Kalau meniru dalam konteks membajak sih memang gak baik
Tetapi kalau meniru dalam konteks belajar…yg bener2 belajar kayaknya gak masalah dech
>>>>>>>>>>>>>>>>>>.
Mei 28, 2007 pada 3:29 pm
peyek
menjadi diri sendiri, jelek punya sendiri baikpun nggak perlu mengakui
>>>>>>>>>>
sip …
Mei 28, 2007 pada 5:23 pm
cakmoki
Berani tampil beda, siapa takut …
Wah, benar-benar dah kembali
>>>>>>>>>
Mei 29, 2007 pada 4:39 am
amaliasolicha
Just Be Yourself..
Masing-masing kita diciptakan Allah dengen keunikan yang berbeda, cukup menjadi diri kita apa adanya., besyukur dengan segala kelebihan dan kekuranga..maka kita akan bahagia
Makasih ya sudah mengingatkan kembali:)
>>>>>>>>>>>>>>>>
Juni 1, 2007 pada 7:01 am
kurtubi
aduuh mengena sekali … tq
>>>>>>>>>
Juni 4, 2007 pada 2:12 am
orido
jangan jadi orang laen..
hehehe…
>>>>>>>>>>>
sepakat ! …
Juni 8, 2007 pada 10:01 am
Jauhari
Tidak SEKEDAR BEDA lo yaa
November 5, 2009 pada 4:06 am
Yulieo
Apa kh anda neng rizma wati