Tadi malam aku ngga bisa tidur… terus drpd aku bengong ga karuan, langsung aja ngidupin kompi-ku tersayang… and kemudian jalan-jalan di dunia WP… ternyata tragedi IPDN begitu menarik, sehingga hampir semua link yg aku klik pasti berhubungan dg postingan yg ber-bau IPDN… kang kombor, pa agor, bu Evy, mas Anto, calupict, .. dan banyak lagi lainnya…

Aku Jadi bingung… sebenarnya IPDN –dan sekolah lain yg menerapkan sistem semi militer scr over dosis– itu ingin mencetak manusia yg seperti apa ya ?

Karena pertanyaan itu aku putusin cari tahu ttg “manusia” … and setelah merasa cape dan sedikit mumet krn berkeliaran di kerajaan google –sambil copy/paste– sekitar 3-4 jam, akhirnya aku kumpulin, aku translate dan aku ringkes semua definisi manusia yg aku dapet… INI HASILNYA, 8 DEFINISI MANUSIA :

Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.

Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan.

Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.

Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.

Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.

Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.

Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.

Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.

Dari semua definisi di atas aku ga menemukan satu pun jawaban dari pertanyaanku… malah pertanyaanku malah ditambahi ama ini : “Sebenarnya Indonesia itu butuh camat yg kaya apa ya ?”

Semua definisi di atas tidak mempermasalahkan pembenaran alamiah, rasional atau ilmiah untuk manifestasi eksistensi yg paling mulia dari makhluk yg disebut manusia, dalam semua agama dan kebudayaan sepanjang sejarah diakui sebagai sumber terbesar, keagungan tertinggi, emosi yg paling berharga dan kejadian yg paling ajaib….Dari orang-orang yg telah mengabaikan kehidupan materialnya demi seni, ilmu, pencari kebenaran, dari seseorang yg memilih cinta drpd kehidupan yg layak ,–vice versa–, sampai kpd seseorang yg demi akidah atau negara atau humanisme, membutakan matanya dari masalah cinta pribadi atau bahkan dari dirinya sendiri, mereka adalah pencipta nilai manusiawi dalam kehidupan manusia. Nilai dan manfaat adalah dua istilah yg berlawanan, dan yg menjadikan manusia suatu makhluk yg non material, bebas dari dan juga berada di atas makhluk lain adalah pandangannya yg tinggi terhadap nilai. Nilai-nilai itu tidak mempunyai wujud dalam alam, tidak mempunyai identitas eksternal dan material, oleh karena itu, realisme tidak dpt mengakui eksistensi nilai, karena tanpa kemanusiaan tidak akan ada nilai-nilai.

aku tadinya pengen ikut2-an menghujatmembahas IPDN, tapi jadinya malah posting definisi manusia… ya udah lah, mungkin ini krn aku ngga dikasih bakat buat jadi penulis, cukup jadi tukang gambar aja… :)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>*OOT mode : ON*>>>>> ga pernah off>>>>>>>>>>>>>

sumber : wiki, above top secret, humanismus, humanistische-union.

ini bukan copy-paste, krn harus diterjemahkan dulu…. jadinya copy-translate-paste … hehehe :)

About these ads